Jumat, 14 Juli 2017

Anak Down Syndrome

Down syndrome adalah suatu kondisi dimana genetik tambahan menyebabkan keterlambatan perkembangan anak dan kadang mengacu pada retardasi mental. Gangguan perkembangan anak terjadi pada usia 0-12 tahun. Setiap tahap perkembangan memiliki potensi gangguan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung pada fase perkembangan yang dialami disetiap usia anak. Masa anak merupakan dasar pembentukan fisik dan kepribadian pada masa berikutnya. Down syndrome terjadi karena kelainan susunan kromosom ke 21, dari  23 kromosom manusia. Pada manusia normal 23 kromosom tersebut berpasang-pasangan hingga jumlahnya menjadi 46. Anak dengan down sindrom memiliki kelainan pada kromosom nomor 21 yang tidak terdiri dari 2 kromosom sebagaimana mestinya, melainkan tiga kromosom (trisomi 21) sehingga totalnya menjadi 47 kromosom dan informasi genetika menjadi terganggu dan anak juga mengalami penyimpangan fisik. Down syndrome dipengaruhi oleh beberapa faaktor, yaitu faktor genetik, faktor radiasi, faktor umur ibu dan faktor umur ayah. Faktor tersebut mengakibatkan adanya abnormalitas pada kromosom 21 yang terjadi akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.
           Ciri-ciri anak usia dini yang mengalami gangguan down syndrome. Gejala yang muncul akiba tdown syndrome dapat bervariasi mulai dari tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul ciri- ciri yang khas seperti berikut ini :
1.  Penderita down syndrome dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal ( Mikrochephaly) dengan bagian anteroposteror kepala mendatar.
2.   Penderita down syndrome memiliki paras wajah yang hampir sama seperti wajah orang mongol.
3.      Pada bagian wajah penderita down syndrome biasanya tampak selak hidung yang datar.
4.      Pertumbuhan gigi penderita down syndrome lambat dan tidak teratur.
5.      Paras telinga lebih rendah dan lehernya agak pendek dan kepala biasanya lebih kecil .
6.    Sering kali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds) sebesar 80%.
7.   Penderita down syndrome memiliki kulitl embut kering dan tipis. sementara itu lapisan kulit  biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). 
Permasalahan yang terjadi pada anak down syndrome dalam kehidupan sehari-hari yaitu kebiasaan di rumah dan kondisi anak down syndrome akan membawa suasana yang kurang kondusif terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. Maka dari itu bagi orang tua yang mempunyai anak yang mengalami down syndrome untuk membantu anak dalam kebiasaan yang dilakukan anak saat dirumah karena jika kebiasaan anak down syndrome akan membawa kondisi anak terhadap kegiatan pembelajaran disekolah misal anak down syndrome kesulitan belajar mengingat keterbatasan anak dalam akademik untuk mempelajari setiap mata pelajaran seperti matematika, IPA hal tersebut perlu arahan atau pendampingan dari guru agar anak mampu mempelajari materi yang diberikan oleh guru saat disekolah. Kemudian tingkat kecerdasan yang dimiliki anak down syndrome tidak saja berpengaruh terhadap kesulitan belajar, melainkan juga terhadap penyesuaian diri. Kepribadian yang dimiliki oleh anak down syndrome tidak seimbang. Terkadang tenang, terkadang juga kacau, sering termenung berdiam diri, namun terkadang menunjukan sikap ngambek dan mudah tersinggung. Anak down syndrome bisa ditangani dengan terapi fisik, terapi fisik yang dapat digunakan adalah dengan terapi treadmill yaitu dengan cara melatih ibu, pengasuh dan pendidik paud anak yang mengalami down syndrome. Selain dengan terapi fisik orang tua bisa melakukan dengan cara memberi sentuhan (bisa mengelus atau memijat) pada anak karena sentuhan tersebut dapat memberikan kenyamanan pada mereka yang dapat mengurangi hormon catecholamine (hormone penyebab stress) pada mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar