Down syndrome adalah suatu kondisi dimana
genetik tambahan menyebabkan keterlambatan perkembangan anak dan kadang mengacu
pada retardasi mental. Gangguan perkembangan anak terjadi pada usia 0-12 tahun.
Setiap tahap perkembangan memiliki potensi gangguan perkembangan yang
berbeda-beda, tergantung pada fase perkembangan yang dialami disetiap usia
anak. Masa anak merupakan dasar pembentukan fisik dan kepribadian pada masa
berikutnya. Down syndrome terjadi karena kelainan susunan kromosom ke 21,
dari 23 kromosom manusia. Pada manusia normal 23 kromosom tersebut
berpasang-pasangan hingga jumlahnya menjadi 46. Anak dengan down sindrom
memiliki kelainan pada kromosom nomor 21 yang tidak terdiri dari 2 kromosom
sebagaimana mestinya, melainkan tiga kromosom (trisomi 21) sehingga totalnya
menjadi 47 kromosom dan informasi genetika menjadi terganggu dan anak juga
mengalami penyimpangan fisik. Down syndrome dipengaruhi oleh beberapa faaktor,
yaitu faktor genetik, faktor radiasi, faktor umur ibu dan faktor umur ayah. Faktor
tersebut mengakibatkan adanya abnormalitas pada kromosom 21 yang terjadi akibat
kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi
pembelahan.
Ciri-ciri anak usia dini yang
mengalami gangguan down syndrome. Gejala yang muncul akiba tdown
syndrome dapat bervariasi mulai dari tidak tampak sama sekali, tampak
minimal sampai muncul ciri- ciri yang khas seperti berikut ini :
1. Penderita down syndrome dengan tanda khas
sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan
fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal ( Mikrochephaly) dengan bagian
anteroposteror kepala mendatar.
2. Penderita down
syndrome memiliki paras wajah yang hampir sama seperti wajah orang
mongol.
3. Pada bagian wajah penderita down syndrome biasanya tampak
selak hidung yang datar.
4. Pertumbuhan gigi penderita down syndrome lambat dan tidak
teratur.
5. Paras telinga lebih rendah dan lehernya agak pendek dan kepala biasanya
lebih kecil .
6. Sering kali mata menjadi sipit
dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds) sebesar
80%.
7. Penderita down syndrome
memiliki kulitl embut kering dan tipis. sementara itu lapisan kulit
biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).
Permasalahan yang terjadi pada anak down syndrome dalam kehidupan
sehari-hari yaitu kebiasaan di rumah dan kondisi anak down syndrome akan
membawa suasana yang kurang kondusif terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.
Maka dari itu bagi orang tua yang mempunyai anak yang mengalami down
syndrome untuk membantu anak dalam kebiasaan yang dilakukan anak saat dirumah
karena jika kebiasaan anak down syndrome akan membawa kondisi anak terhadap
kegiatan pembelajaran disekolah misal anak down syndrome kesulitan belajar
mengingat keterbatasan anak dalam akademik untuk mempelajari setiap mata
pelajaran seperti matematika, IPA hal tersebut perlu arahan atau pendampingan
dari guru agar anak mampu mempelajari materi yang diberikan oleh guru saat
disekolah. Kemudian tingkat kecerdasan
yang dimiliki anak down syndrome tidak saja berpengaruh terhadap kesulitan
belajar, melainkan juga terhadap penyesuaian diri. Kepribadian yang dimiliki oleh anak down syndrome tidak seimbang. Terkadang
tenang, terkadang juga kacau, sering termenung berdiam diri, namun terkadang
menunjukan sikap ngambek dan mudah tersinggung. Anak down syndrome bisa
ditangani dengan terapi fisik, terapi fisik yang
dapat digunakan adalah dengan terapi treadmill yaitu dengan
cara melatih ibu, pengasuh dan pendidik paud anak yang mengalami down
syndrome. Selain dengan terapi fisik orang tua bisa melakukan dengan cara memberi sentuhan (bisa mengelus atau memijat) pada
anak karena sentuhan tersebut dapat memberikan kenyamanan pada mereka yang
dapat mengurangi hormon catecholamine (hormone penyebab
stress) pada mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar